Pemanfaatan Keilmuan PBSI dalam PkM Internasional: UNESA Integrasikan Permainan Tradisional dan Literasi di Kuala Lumpur
Kuala Lumpur, Malaysia — Tim dosen Universitas Negeri Surabaya melaksanakan kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional bertajuk “Pengenalan Permainan
Tradisional Indonesia sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal dan Pengembangan
Kemampuan Membaca Siswa Kelas V Sekolah Internasional Kuala Lumpur” pada Kamis,
8 Mei 2025, di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan ini diarahkan pada pemanfaatan
keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melalui integrasi literasi,
pembelajaran membaca, permainan tradisional, dan penguatan wawasan budaya
Indonesia.
Kegiatan diikuti oleh siswa kelas V dan didukung oleh para pengajar setempat. Dalam pelaksanaannya, siswa diperkenalkan pada sejumlah permainan tradisional Indonesia, seperti engklek, gobak sodor, congklak, dan ular naga. Permainan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman belajar yang menghubungkan aktivitas fisik, interaksi sosial, pembelajaran bahasa, serta pengenalan nilai-nilai budaya Indonesia.
PkM ini menjadi salah satu bentuk pendayagunaan ilmu pengetahuan di bidang pendidikan bahasa dan literasi dalam konteks pendidikan internasional. Permainan tradisional dikembangkan menjadi media yang mendukung aktivitas membaca dan pengenalan budaya. Siswa memperoleh pengalaman belajar melalui bahan bacaan tematik, aktivitas interaktif, serta Lembar Kerja Siswa (LKS) yang memadukan kegiatan membaca, menulis, berkomunikasi, dan mengenali unsur budaya Nusantara.
Salah satu media yang digunakan adalah LKS interaktif bertema
“Engklek Modifikasi – Jelajah Budaya Indonesia”. Melalui perangkat tersebut,
siswa melakukan berbagai aktivitas, mulai dari membaca teks, memperkenalkan
diri, mengenali tokoh nasional dan tempat bersejarah, mengeksplorasi makanan tradisional,
hingga mengenali keragaman wilayah Indonesia. Materi pembelajaran juga
diperkuat dengan bacaan bertema cerita rakyat, pahlawan nasional, permainan
tradisional, makanan, pakaian adat, dan tarian Nusantara.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dikembangkan secara selaras dengan pembelajaran Bahasa Indonesia. Nilai kebersamaan, sportivitas, kerja sama, dan gotong royong yang terkandung dalam permainan tradisional menjadi bagian dari proses pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan.
Kegiatan berlangsung secara partisipatif. Tim memberikan materi, mendampingi praktik permainan, mengarahkan aktivitas literasi, dan mengumpulkan lembar kerja siswa sebagai bagian dari evaluasi kegiatan. Laporan pelaksanaan mencatat respons positif dari peserta dan keterlibatan aktif selama program berlangsung.
Tim pelaksana terdiri atas Mukhzamilah, S.S., S.Pd., M.Ed.; Prof.
Dr. Heny Subandiyah, M.Hum.; Prof. Dr. Syamsul Sodiq, M.Pd.; Dr. Riki
Nasrullah, M.Hum.; dan Dr. Prima Vidya Asteria, S.Pd., M.Pd. Kegiatan tersebut
menjadi ruang penerapan kepakaran dosen dalam pembelajaran Bahasa Indonesia,
literasi, dan pendidikan berbasis budaya pada lingkungan pendidikan
internasional.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim UNESA juga
menyerahkan paket permainan tradisional dan buku panduan budaya Indonesia
kepada pihak sekolah. Perangkat tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber
pendukung pembelajaran, kegiatan literasi, dan pengenalan budaya Indonesia
kepada siswa. Penyerahan hasil PkM ini memperkuat orientasi kegiatan pada
pemanfaatan hasil keilmuan oleh mitra setelah pelaksanaan program.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan memperoleh respons
positif dari peserta. Para peserta menunjukkan antusiasme dan keaktifan selama
rangkaian program, sedangkan kegiatan yang dirancang tim dapat tersampaikan
kepada sasaran PkM dengan baik.
Melalui PkM internasional ini, Universitas Negeri Surabaya
memperluas pemanfaatan keilmuan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia dalam
konteks global. Integrasi permainan tradisional, literasi, dan pembelajaran
Bahasa Indonesia juga membuka ruang bagi penguatan identitas budaya Indonesia
melalui pendidikan serta pengembangan kerja sama akademik dengan mitra di luar
negeri.