WACANA PBSI UNESA: Jalur Emas Internasionalisasi BIPA
Minggu, 14 Desember 2025, Program Studi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Negeri Surabaya Kampus 5 kembali
menunjukkan komitmennya dalam membangun tradisi akademik yang progresif dan
visioner. Melalui sebuah forum ilmiah yang dirancang secara matang, PBSI UNESA
menghadirkan ruang intelektual yang tidak hanya berfungsi sebagai wahana
berbagi pengetahuan, tetapi juga sebagai medium refleksi dan proyeksi masa
depan kebahasaan Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempertemukan
gagasan, kebijakan, dan praktik nyata yang relevan dengan tantangan global.
Kegiatan tersebut bertajuk “WACANA” (Webinar Akademik Cendekia Bahasa dan Sastra) dengan tema “Jalur Emas Internasional untuk SDM Unggul di Dunia Industri Ke-BIPA-an.” Tema ini dipilih secara cermat karena merepresentasikan arah strategis pengembangan Bahasa Indonesia sebagai bahasa yang berdaya saing internasional. Istilah Cendekia Bahasa dan Sastra merefleksikan semangat keilmuan yang kritis, mendalam, serta berorientasi pada pemajuan bahasa dan sastra Indonesia di tingkat global.
Tema yang diusung menghadirkan narasumber yang tidak hanya mumpuni secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan kebijakan di bidang kebahasaan. Para narasumber tidak sekadar menyampaikan paparan konseptual, melainkan juga memberikan pemahaman kontekstual yang membentuk cara pandang peserta agar mampu bersikap kritis, adaptif, dan bijaksana dalam menghadapi dinamika dunia ke-BIPA-an.
Adapun narasumber dalam kegiatan ini meliputi:
1. Dr. Maryanto, M.Hum.(Widyabahasa Ahli Madya Badan
Pengembangan dan Pembinaan Bahasa)
2. Ferdiansyah, S.KOM., M.T. (Analis Kebijakan Kementerian
Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)
3. Mukhzamilah, S.S., S.Pd., M.Ed., CHt. (Ketua APPBIPA Jawa
Timur)
4. Dr. Riki Nasrullah, M.Hum. (Koordinator Program Studi
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNESA Kampus 5)
Setiap narasumber menyampaikan materi sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing, disertai pengalaman profesional yang memberikan nilai tambah bagi peserta. Webinar ini berlangsung dalam suasana yang dinamis dan kondusif, tercermin dari tingginya jumlah peserta yang hadir serta keterlibatan aktif mereka sepanjang kegiatan. Antusiasme peserta menunjukkan besarnya minat dan kepedulian terhadap isu internasionalisasi Bahasa Indonesia dan pengembangan BIPA.
Materi pertama disampaikan oleh Dr. Maryanto, M.Hum. dengan judul “Kembali Menggelorakan Spirit Kepeloporan UNESA melalui Jalur Emas Penginternasionalan Bahasa Indonesia.” Beliau memaparkan peran strategis UNESA dalam berbagai forum internasional bersama Dewan Guru Besar Indonesia yang berdampak positif terhadap penguatan posisi Bahasa Indonesia di tingkat global. Selain itu, beliau menjelaskan dinamika linguistik dan geostrategis Bahasa Indonesia yang terbagi ke dalam fase pembibitan, pembentukan, dan konsolidasi. Pendidikan diposisikan sebagai penggerak utama transformasi SDM unggul, dengan pengajar BIPA berperan dalam dimensi diplomasi, pedagogi, dan industri.
Materi kedua disampaikan oleh Ferdiansyah, S.KOM., M.T.
dengan fokus pada strategi nasional penginternasionalan Bahasa Indonesia
sebagai instrumen diplomasi budaya dan soft power. Beliau menekankan bahwa
berkembangnya industri BIPA global menuntut tata kelola yang terintegrasi,
penguatan kompetensi SDM, standardisasi kurikulum, sertifikasi internasional,
serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk meningkatkan
daya saing pengajar BIPA.
Materi ketiga disampaikan oleh Mukhzamilah, S.S., S.Pd., M.Ed., CHt. yang mengulas kebijakan BIPA secara komprehensif, khususnya di Jawa Timur. Pemaparan mencakup landasan yuridis pemartabatan Bahasa Indonesia, kompetensi pengajar BIPA, Standar Kompetensi Lulusan, serta peran lembaga riset dalam mendukung keberlanjutan program BIPA melalui kolaborasi dan pendanaan riset kebahasaan.
Materi keempat disampaikan oleh Dr. Riki Nasrullah, M.Hum. yang membahas strategi perencanaan dan politik bahasa menuju internasionalisasi Bahasa Indonesia. Beliau menyoroti empat tahap internasionalisasi bahasa serta pentingnya keberlanjutan kebijakan pascapengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO pada 20 November 2023. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia diposisikan sebagai aktor penting dalam pengembangan materi ajar, pelatihan pengajar BIPA, kolaborasi akademik internasional, dan promosi sastra Indonesia di ranah global.
Secara keseluruhan, Webinar “WACANA” berlangsung dengan lancar dan penuh semangat intelektual. Diskusi yang terbangun menunjukkan kualitas akademik yang baik, ditandai dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dan reflektif dari para peserta. Jawaban yang disampaikan narasumber tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memberikan arah dan gambaran konkret mengenai langkah-langkah strategis yang dapat ditempuh dalam dunia ke-BIPA-an.
Lebih dari sekadar kegiatan akademik, webinar ini menjadi ruang pembelajaran kolektif yang mempertemukan perspektif kebijakan, praktik lapangan, dan pengembangan keilmuan. Peserta diajak untuk memahami bahwa internasionalisasi Bahasa Indonesia bukanlah proses instan, melainkan upaya berkelanjutan yang memerlukan kesiapan SDM, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen institusional yang kuat.
Melalui kegiatan ini, PBSI UNESA Kampus 5 menegaskan perannya sebagai institusi yang responsif terhadap perkembangan global dan berorientasi pada masa depan. Diharapkan, kegiatan “WACANA” mampu menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa dan akademisi untuk turut ambil bagian dalam memajukan Bahasa Indonesia melalui jalur BIPA, sekaligus mempersiapkan diri sebagai SDM unggul yang berdaya saing internasional. Webinar ini menjadi langkah nyata dalam merawat bahasa, menguatkan identitas, dan membuka jalan Indonesia menuju panggung dunia.
#PBSI Prodi SDGs